Rabu, 04 Februari 2015

CRITICAL THINKING


PERTEMUAN PERTAMA

Berpikir kritis
Filsafat adalah tuntutan untuk memikirkan sedalam – dalamnya untuk mengembangkan sesuatu. Slah satu cara berpikir filsafat adalah berpikir kritis. Didalam gagasan “ power of mind “ pikiran itu menentukan apa yang terjadi di masa datang. Sesuatu rencana akan terjadi pada diri kita dan itu relative akan terjadi yang ke dua kalau punya rencana atau orientasi tertentu maka akan membuat diri kita lebih kritis
Mengapa kita melakukan argumentasi ? Itu merupakan dasar berpikir kritis. Contohnya : Alasan merayu teman, mereka harus tau bagaimana menerima (meyakinkan). Orang berfikir kritis dia akan tertarik satu argument yang di buat orang lain, hingga pernyataan itu betul dan dia akan melakukan argument tersebut. Jadi apa yang kita membaca atau kita lihat belum tentu makna dari kejadian. Contohnya jika ada tindakan criminal maka polisi belum tentu percaya maka harus membuktikan. Kita tidak boleh asal menerima jadi kita harus berpikir kenapa harus seperti itu. Jadi lebih baik memberi argument dari pada hanya menerima argument. Setelah berpikir tidak selalu menerima maka kita harus mencari fakta sebelum terayu.
Berpikir kritis itu ada dua macam antara lain topic yang berat dan topak yang ringan. Topic yang berat sifatnya memikirkannya lama, jika lama maka biasanya topiknya berat dan harus berpikir lebih dalam untuk memcapai tujuan. Contohnya pada pernikahan kita harus memikirkannya harus mendalaminya karena menyangkut masa depan. Kemudian topic ringan sifatnya memikirkannya sebentar. Contohnya jika barang kita yang tidak penting hilang maka kita tidak memikirkannya terlalu mendalam.
Kita harus bias lebih obyektif pada diri sendiri artinya kita harus obyektif atau terarah dengan keinginan dan juga nafsu. Kita harus menyesuaikan keinginan dan nafsu kita. Jika nafsu kitabaik maka kita turuti, akan tetapi kalau jelek maka kita harus mengendalikan dengan menjauhinya. Kemudian kita menyimpulkan, jika ada kegiatan orang atau tingkah laku orang maka harus di simpulkan dan harus apa tujuan dia untuk melakukan seperti itu. Maka kita kemudian menyimpulkan. Kemampuan untuk mendapatkan argument kemudian kita melakukan  analis.
Dengan banyaknya argumentasi – argumentasi maka manusia membutuhkan orang berpikir kritis. Maka kita harus melihat teknologi untuk membuktikan orang berpikir kritis. Argumentasi adalah untuk  mempengaruhi seseorang. Sedangkan rektorik adalah pertnyaan yangtidak perlu di jawab atau pertanyaan yang dapat memanipulasi agar seseorang yakin dan percaya.
Untuk menganalisa argument kita tidak boleh langsung membahas akan tetapi harus melihat konteknya atau kondisinya. Langkah langkahnya untuk menganalisa, yang pertama memahami argument, Disini kita harus memahami argument , bagamana argument tersebut. Kemudian memilah arumen, disini kita kita memilah argument tersebut masuk argument yang bagaimana. Kemudian yang terakhir kita mengefaluasi argument tersebut. Kalian juga tau apa tujuan itu dan apa yang menarik dari argument tersebut. Orang lain bias bilang kalau argument itu benar contohnya media social jadi jika mengetahui kebenaran maka kita harus membuktikan. Jika ada alasan yang mendukung maka masih di terima.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar