PERTEMUAN PERTAMA
Berpikir kritis
Filsafat adalah tuntutan untuk
memikirkan sedalam – dalamnya untuk mengembangkan sesuatu. Slah satu cara berpikir
filsafat adalah berpikir kritis. Didalam gagasan “ power of mind “ pikiran itu
menentukan apa yang terjadi di masa datang. Sesuatu rencana akan terjadi pada
diri kita dan itu relative akan terjadi yang ke dua kalau punya rencana atau
orientasi tertentu maka akan membuat diri kita lebih kritis
Mengapa kita melakukan argumentasi ? Itu
merupakan dasar berpikir kritis. Contohnya : Alasan merayu teman, mereka harus
tau bagaimana menerima (meyakinkan). Orang berfikir kritis dia akan tertarik
satu argument yang di buat orang lain, hingga pernyataan itu betul dan dia akan
melakukan argument tersebut. Jadi apa yang kita membaca atau kita lihat belum
tentu makna dari kejadian. Contohnya jika ada tindakan criminal maka polisi
belum tentu percaya maka harus membuktikan. Kita tidak boleh asal menerima jadi
kita harus berpikir kenapa harus seperti itu. Jadi lebih baik memberi argument dari
pada hanya menerima argument. Setelah berpikir tidak selalu menerima maka kita
harus mencari fakta sebelum terayu.
Berpikir kritis itu ada dua macam antara
lain topic yang berat dan topak yang ringan. Topic yang berat sifatnya
memikirkannya lama, jika lama maka biasanya topiknya berat dan harus berpikir
lebih dalam untuk memcapai tujuan. Contohnya pada pernikahan kita harus
memikirkannya harus mendalaminya karena menyangkut masa depan. Kemudian topic ringan
sifatnya memikirkannya sebentar. Contohnya jika barang kita yang tidak penting
hilang maka kita tidak memikirkannya terlalu mendalam.
Kita harus bias lebih obyektif pada
diri sendiri artinya kita harus obyektif atau terarah dengan keinginan dan juga
nafsu. Kita harus menyesuaikan keinginan dan nafsu kita. Jika nafsu kitabaik
maka kita turuti, akan tetapi kalau jelek maka kita harus mengendalikan dengan
menjauhinya. Kemudian kita menyimpulkan, jika ada kegiatan orang atau tingkah
laku orang maka harus di simpulkan dan harus apa tujuan dia untuk melakukan
seperti itu. Maka kita kemudian menyimpulkan. Kemampuan untuk mendapatkan argument
kemudian kita melakukan analis.
Dengan banyaknya argumentasi –
argumentasi maka manusia membutuhkan orang berpikir kritis. Maka kita harus
melihat teknologi untuk membuktikan orang berpikir kritis. Argumentasi adalah
untuk mempengaruhi seseorang. Sedangkan rektorik
adalah pertnyaan yangtidak perlu di jawab atau pertanyaan yang dapat memanipulasi
agar seseorang yakin dan percaya.
Untuk menganalisa argument kita tidak
boleh langsung membahas akan tetapi harus melihat konteknya atau kondisinya. Langkah
langkahnya untuk menganalisa, yang pertama memahami argument, Disini kita harus
memahami argument , bagamana argument tersebut. Kemudian memilah arumen, disini
kita kita memilah argument tersebut masuk argument yang bagaimana. Kemudian yang
terakhir kita mengefaluasi argument tersebut. Kalian juga tau apa tujuan itu
dan apa yang menarik dari argument tersebut. Orang lain bias bilang kalau
argument itu benar contohnya media social jadi jika mengetahui kebenaran maka
kita harus membuktikan. Jika ada alasan yang mendukung maka masih di terima.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar